HEADLINE NEWS
0
Warga Keluhkan Kabel Internet Menjuntai di Paris 2, Pemkot Pontianak Diminta Pastikan Keselamatan dan Ketertiban Ruang Publik
Pontianaksuarana.com //
PONTIANAK — Warga Jalan Paris Haji Husin II atau yang dikenal dengan kawasan Paris 2, Kelurahan Bansir Darat, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, mengaku marah sekaligus kecewa dengan kondisi kabel jaringan WiFi yang diduga terlalu rendah dan terjuntai ke bawah.
Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas warga, terutama akses keluar-masuk dan pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi.
Keluhan warga tersebut disampaikan melalui video dokumentasi yang diterima media pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Dalam video tersebut, warga memperlihatkan kondisi kabel jaringan internet yang berada terlalu rendah hingga mengganggu akses jalan.
Warga mengungkapkan, kondisi kabel tersebut sudah cukup mengkhawatirkan karena berada di jalur yang digunakan masyarakat untuk keluar maupun masuk menuju kawasan tersebut.
“Bapak-Ibu yang tahu informasi terkait kabel ini, mohon bantuannya. Kabel ini menghalangi jalan. Kami masuk saja sudah terhalang. Ini kabel jaringan internet, mohon kepada pihak yang memiliki jaringan untuk segera memperbaikinya,” ungkap warga kepada media, Sabtu (8/8/2026).
Warga juga meminta perhatian Pemerintah Kota Pontianak agar dapat membantu memfasilitasi penyelesaian persoalan tersebut. Warga mengaku bingung harus menyampaikan pengaduan kepada pihak mana karena belum mengetahui secara pasti pemilik atau pengelola kabel yang terpasang di lokasi.
“Pak Wali Kota, mohon bantuannya. Kami tidak tahu mau mengadu ke mana. Kabel-kabel ini sangat mengganggu akses masuk. Tolong pihak provider jaringan internet memperbaiki kabel ini,” ujar warga.
Menurut warga, sejumlah pihak atau jaringan yang diduga berkaitan dengan kabel tersebut antara lain provider telekomunikasi maupun pihak rekanan yang berada di sekitar lokasi. Warga menyebut nama Indomaret, SiGATE, dan Biznet, namun belum dapat memastikan kabel tersebut milik pihak mana.
Karena itu, warga meminta kepada pihak yang memiliki informasi mengenai rekanan, marketing, kantor, maupun pengelola jaringan agar dapat membantu menghubungkan warga dengan pihak yang bertanggung jawab.
“Bapak-Ibu yang punya rekanan, informasi, marketing atau office, mohon dibantu. Kabel ini menghalangi jalan seperti akses masuk ke toko. Ini sudah sangat parah sekali,” ungkapnya.
Warga juga menyampaikan bahwa terdapat sebuah pos di bagian depan silo yang berada di sekitar lokasi, sehingga keberadaan kabel yang menjuntai semakin dirasakan mengganggu akses.
Warga berharap pihak provider segera turun ke lapangan untuk memastikan kondisi kabel, mengetahui siapa pemilik atau pengelolanya, serta melakukan penataan atau perbaikan agar tidak lagi menghalangi jalan.
Warga menegaskan tidak ingin mengambil tindakan sendiri terhadap kabel tersebut dan memilih meminta pihak yang bertanggung jawab untuk segera melakukan penanganan.
“Kalau tidak ada bantuan, kami bingung apakah kabel ini harus kami potong atau bagaimana. Kami berharap jangan sampai warga mengambil tindakan sendiri. Lebih baik pihak yang bertanggung jawab datang dan memperbaikinya,” kata warga.
Masyarakat juga meminta Pemerintah Kota Pontianak dapat menindaklanjuti keluhan tersebut melalui koordinasi dengan pihak provider maupun pengelola jaringan telekomunikasi.
Warga berharap persoalan kabel jaringan internet di Jalan Paris Haji Husin II dapat segera diselesaikan sehingga akses masyarakat kembali aman, nyaman, dan tidak terganggu.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak provider atau perusahaan yang disebut warga terkait kepemilikan kabel tersebut. Media masih membuka ruang konfirmasi dan klarifikasi kepada seluruh pihak terkait untuk memperoleh informasi yang berimbang.
sumber : Warga masyarakat
Tim/Liputan (TimRed)
Via
HEADLINE NEWS


